zaterdag 30 april 2011

Triple Royal Cremation on the 10th of February 2011

Tiga Jenazah Keluarga Puri Di Pelebon Tjokorda Kerthayasa Bendesa Ubud dan Penglingsir Puri mengatakan, upacara Pelebon untuk ketiga jenazah itu dilakukan untuk mengantarkan roh yang meninggal dunia menuju kembali ke nirwana.

“Ketiga jenazah yang diantarkan menuju nirwana adalah, Tjokorda Rai Astawa yang meninggal sekitar tiga minggu yang lalu, Tjokorda Ngurah Wardana, dan Tjokorda Gerald Sukawati yang meninggal sekitar tahun 2010. Ketiganya dari Puri Mue, Puri Kantor, dan Puri Mertasari, “ ungkap Tjokorda Kerthayasa.

Ia mengatakan, Pelebon atau tingkatan yang mengusung para jenazah itu menggunakan 2 buah Bade setinggi 15 meter dengan 9 tumpang atau tingkatan.

”Sembilan tingkatan itu yang dianggap sebagai simbol tingkat kehidupan seseorang yang terdiri dari bumi (bhur), tubuh (bwah) dan jiwa (swah). Satu bade diisi oleh satu jenazah yang paling dituakan, dan satu bade lainnya diisi oleh 2 jenazah secara bersamaan, “ ujarnya.

Tjokorda Kerthayasa menjelaskan, simbol kain berwarna-warni yang dikerjakan yang terlihat didepan terdapat kain putih panjang yang bermakna sebagai pembuka jalan bagi sang arwah menuju tempat asalnya.


Bade shows the social status of the deceased in the community, it is shown by the number of the tier of the bade roofs. The number of the roof of the bade is always odd (3, 5, 9, and 11). A commoner or sudra is forbidden to use bade in his cremation. The gentry usally use 3 up to 9-roof bade depend of his or her social status; higher social status means higher and more elaborate bade. The 11-roof bade is reserved specially for a king.See the videos on youtube by Hans & Fifi
Bali: Triple Royal Cremation Ubud # 2 "In the palace and into the towers" by Hans & Fifi http://www.youtube.com/watchFv=kL7SbufdVAo
Bali: Triple Royal Creamtion Ubud # 3 "The energetic procession and the burning" by Hans & Fifi
http://www.youtube.com/watch?Fv=KyVJTDDdEtk
On 10 February 2011 the big Triple Royal Cremation took place of Tjokorda Rai Astawa, Tjokorda Ngurah Wardana and Tjokorda Gerald Sukawati. An energetic Cok Raka Kertyasa on one of the towers leading the procession through the main street in Ubud to the Pura Dalem Puri, where the heavy triple burning took place (tremendous sight of the three black bulls going up in the flames). Really great to be there.


The Bade represents the ancient Balinese cosmogony the Bedawang Nala (The world turtle) as its base, surrounded by the two dragons, Naga Basuki and Ananta boga as the symbol of safety and perpetual foods. Above them on the backside of the Bade is a big, grotesque mask of Bhoma with its outstretched wings symbol of the lofty forest and mountains. At the very top is the receding size of the multi tiers of roof, symbol of the heaven. The turtle and the dragons live in the lower world named Bhur, and the above is the world of man called Bwah, symbolized with the Bhoma. At the top is the world of heaven, Swah and it is symbolized by the tiers of roof at the Bade itself.










Geen opmerkingen:

Een reactie plaatsen